Surabaya, pedulirakyat.id
Helmy Prasetyo Yuwinanto, S. Sos, M. KP, Prodi S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fisip Unair Surabaya, mengatakan pengaruh tontonan di media sosial bisa terjadinya buliying. Baik di sekolah maupun di masyarakat luas.
“Solusinya kolaborasi sekolah, siswa dan orang tua siswa. Ini juga harus membuka ruang untuk tempat curhat, mendengarkan keluhan siswa. Kalau ini dijalankan sejak dini, Insya Allah bisa dipakai sebagai preventif buliying,” kata Pak Helmy, sapaan akrabnya.

Falah Widodo, S. Th. I, Guru Agama Islam SDN Mojo 3 Surabaya, berpendapat bahwa perlunya penanaman moral pada siswa. Di setiap pembelajaran ditanamkan dasar-dasar menghargai sesama insan Allah.
“Jadi jangan meremehkan, menjatuhkan, menyudutkan, sesama makluk Allah. Kalau sudah demikian mindsetnya, maka kekerasan, buliying akan jauh dari lingkungan sekolah. Sekolah sebenarnya sudah menanamkan nilai-nilai kesetaraan, kejujuran dan saling menghormati satu dengan yang lainnya melalui kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah,” papar Falah Widodo.
Poedianto


