Khidmat, Sederhana, Penuh Makna dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo

admin
admin Oktober 22, 2025
Updated 2025/10/22 at 5:52 PM

Foto : Para Siswa SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo khidmat mengikuti Peringatan Hari Santri Nasional 2025

 

Sidoarjo, pedulirakyat.id

Nuansa religius dan semangat kebangsaan mewarnai peringatan Hari Santri Nasional di SD Negeri Pepelegi 1 Waru Sidoarjo. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa-siswi hingga dewan guru dan staf, berpartisipasi aktif dalam serangkaian kegiatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta meneladani perjuangan para santri dan ulama.

Pada tahun 2025 ini Peringatan Hari Santri Nasional mengambil tema atau tagline “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”. Kenapa? Karena Hari Santri itu sendiri ditetapkan dengan merujuk kepada Resolusi Jihad yang diumumkan oleh Nahdlatul Ulama pada tanggal 22 Oktober 1945; seruan Perang Sabil untuk menolak upaya penjajah untuk kembali menjajah Tanah Air ini, untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Maka semangat dasar dari Hari Santri itu adalah semangat untuk mempertahankan, menjaga, membela, dan terus memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia, cita-cita Negara Proklamasi.

Pagi yang cerah menjadi saksi kekhusyukan ratusan siswa dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025 ini. Siswa Siswi SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo sejak pagi tampak antusias dengan berbusana muslim dan muslimah berwarna putih, mencerminkan kebiasaan para Santri untuk mencintai kebersihan dan kesucian. Kegiatan dimulai pada pukul 06.45 wib yang berlokasi di Musholla SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo, diawali dengan Pembukaan dan dilanjutkan dengan Pembacaan Asmaul Husna oleh Ibu Ella – Ibu Robi – Ibu Nurul.

” Tujuan kita memperingati Hari Santri adalah untuk mengenang Para Santri yang juga ikut membantu mengusir Penjajah pada waktu itu ” , tutur Athalla Abbad Sakha siswa kelas V SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo

Acara berikutnya yaitu Pembacaan Istighosah oleh Pak Udin. Bagi santri, makna istighotsah adalah doa bersama untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan, yang berfungsi untuk memperkuat ikatan spiritual, menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual, serta mengenang perjuangan santri di masa lalu. Istighotsah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, doa, dan berbagai bacaan, sehingga diharapkan dapat membantu santri mengatasi masalah, menjadi pribadi yang berakhlak mulia, dan meningkatkan keimanan.

Dalam Sambutan dan motivasi Hari Santri oleh Kepala SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo Denok Setyarini, S.Pd.,S.D., yang diwakili oleh Ibu Tulik, menyampaikan:
” Peringatan Hari Santri di SDN Pepelegi 1 Waru Sidoarjo tahun 2025 ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan sederhana, namun sarat makna. Melalui kegiatan seperti pembacaan Asmaul Husna, istighosah, dan doa bersama, kami ingin menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan cinta tanah air kepada seluruh peserta didik. Selain itu Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat karakter religius siswa, membiasakan mereka untuk berdzikir, berdoa, dan menghormati para ulama sebagai pejuang ilmu dan akhlak “, ujarnya

Setelahnya, suasana bertambah khidmat dengan digelarnya Doa Bersama. Seluruh siswa dan guru menundukkan kepala, memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kemajuan pendidikan, dan keberkahan bagi para santri di seluruh Indonesia. Doa bersama ini juga menjadi refleksi untuk mengenang jasa para pahlawan santri yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Pesan yang disampaikan oleh Bapak/Ibu Guru menekankan pentingnya menjadi “santri” masa kini, yaitu generasi yang tidak hanya cerdas ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam iman dan berakhlak mulia.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan dan keteladanan santri dapat diresapi dengan cara yang menyenangkan dan mendidik. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus memperkuat karakter pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

 

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *