1.352 Pramuka Sukolilo Ikut Pelantikan Pramuka Garuda, Pecahkan Rekor MURI di Unitomo

admin
admin Juni 23, 2026
Updated 2026/06/23 at 1:08 PM

Foto : Basuh Kaki Orangtua Secara Masal Oleh Para Anggota Pramuka

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Suasana haru dan kebanggaan menyatu saat 1.352 anggota Gerakan Pramuka dari Kecamatan Sukolilo berkumpul di pelataran parkir Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) untuk mengikuti pelantikan Pramuka Garuda, Sabtu (20/6). Acara yang mengusung tema “Surabaya Hebat, Indonesia Kuat” itu bukan hanya menjadi ajang peneguhan nilai kepramukaan, tetapi juga memecahkan dua Rekor MURI sekaligus.

Ribuan pelajar dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak hadir didampingi ratusan orang tua, pembina, serta unsur Forkopimka. Hadir pula perwakilan pimpinan Unitomo, pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sukolilo, dan kepala sekolah yang turut menyaksikan prosesi pelantikan.

Kehadiran lintas unsur masyarakat itu menegaskan dukungan kuat terhadap upaya pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Dalam laporannya, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sukolilo, M. Ishaq, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan keterlibatan orang tua sejak pagi. “Kami bangga melihat semangat adik-adik Pramuka yang hadir bersama orang tua mereka. Pembentukan karakter tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga diperkuat oleh keluarga,” ujarnya. Dari Sukolilo, tercatat 506 Pramuka Siaga, 729 Penggalang, dan 117 Penegak resmi dilantik sebagai calon Pramuka Garuda.

Wakil Rektor III Unitomo bidang Promosi dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Suyanto, M.E., M.M., yang mewakili rektor, memberi sambutan sekaligus mengapresiasi inisiatif Kwartir Ranting. Ia menegaskan peran strategis Pramuka dalam pendidikan karakter. “Kegiatan ini bukan sekadar pemecahan rekor, melainkan sarana pendidikan yang menanamkan nilai hormat kepada orang tua, disiplin, kepedulian sosial, dan semangat persatuan — fondasi penting bagi generasi penerus bangsa,” kata Suyanto.

Puncak acara menghadirkan momen emosional: prosesi pembasuhan kaki orang tua oleh para anggota Pramuka sebagai wujud bakti dan penghormatan. Aksi massal itu tidak hanya menyentuh suasana hati peserta dan penonton, tetapi juga tercatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan pembasuhan kaki orang tua oleh anggota Pramuka terbanyak.

Tidak lama setelah itu, peserta menampilkan peragaan semafor secara serentak yang kembali mencatatkan rekor MURI bagi Kota Surabaya.
Ketua Kwartir menilai dua rekor tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa dipadukan dengan kreativitas dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, format kegiatan seperti ini membantu menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, trampil, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kegiatan di Unitomo juga menjadi bagian dari gerakan serentak di tingkat kota untuk mencetak generasi emas berwawasan kebangsaan. Bagi para orang tua yang menyaksikan, hari itu bukan hanya soal rekor, melainkan keberlanjutan peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk karakter anak-anak — warisan nilai yang diharap membawa perubahan positif nyata bagi Surabaya dan Indonesia.

 

Rophy Pareno

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *