Sby, peduliakyat.id
Ni Made Aryani, SE, Guru SMK Puruhita Surabaya mengutarakan bahwa siswa sekolah kejuruan selama tiga tahun sudah bisa menghasilkan produk. Sebab mulai kelas 10 sampai kelas 12 diajari kewirausahaan. Tentu saja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kalau kompetensi keahlian (jurusan) pariwisata akan menghasilkan produk paket wisata. Kalau kulit menghasilkan tas, sepatu dari kulit. Kalau tari menghasilkan produk tari dan lainnya lagi. Coba bila kita amati di tempat-tempat wisata di daerah. Madura ada produk batik, pecut (cambuk). Di Magetan ada produk sepatu, sabuk dari kulit. Di Bali produk lukisan, patung. Semua itu buah dari pendidikan,” papar Ni Made Aryani.
Lain halnya Kadiso, SS, S. Pd, MM, Dosen STKW Surabaya mengatakan bahwa semua bentuk produk jangan melupakan budaya adi luhung bangsa. Apalagi produk kepariwisataan.

“Produk pariwisata cakupannya luas. Hotel, tempat wisata, kuliner, seni budaya, semuanya masuk pariwisata. Misal, rentaurant terapung, lebih baik bila ada kolam ikannya. Ikan lele, mujair, nila. Dan bisa tersedia menu ikan bakar. Ini akan lebih menarik wisatawan,” kata Kadiso yang juga agen peoduk herbal ini serius.
Citizen – Poedianto.


