Tesis Kajian Sastra

admin
admin September 17, 2025
Updated 2025/09/17 at 6:17 PM

Surabaya, pedulirakyat.id

Tesis mahasiswa (S2) dalam Magister Kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Unair Surabaya, banyak yang menulis tentang sastra dan budaya dikaitkan dengan sosial, keadaan kemasyarakatan dan lingkungan.

“Keadaan sosial hanya sebagai pendukung. Misal tentang tulisan Budaya Cangkrukan di Surabaya,” ujar Dr. Mochtar Lutfi, Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Unair Surabaya.

Karya sastra dan budaya, banyak yang nuansa kekinian. Kondisi kemasyarakatan yang banyak yang diangkat. Baik itu karya sastra novel atau lainnya. Seperti sorotan tentang kekerasan pada anak yang pada ujungnya anak menjadi trauma berkelanjutan, bahas karya novel Palestina dan karya novel kekinian lain

Karya sastra lisan atau tulis sudah ada pada jaman abad ke 4 dan 5 di Indonesia. Karya sastra lisan sudah diturunkan (run temurun) oleh nenek moyang kita. Sastra tulis ditemui di prasasti-prasasti pada candi atau di peninggalan sejarah.

Ditanya mana yang lebih dulu? Mochtar Lutfi menjelaskan bisa sastra tulis dulu baru dilisankan (didongengkan). Bisa sastra lisan dulu, baru ditulis.

“Memang penyebarannya cepat sastra lisan. Kalau sastra tulis, masih harus belajar aksaranya,” jelas dosen yang bersahaja ini.

Persoalannya kini sudah jaman digital. Untuk mempelajari juga lewat digital. Padahal tidak semua paham digital.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *