Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau

admin
admin Juli 17, 2025
Updated 2025/07/17 at 7:41 AM

Dr. Untung Lasiyo

 

Surabaya, pedulirakyat.id

Masyarakat berharap pendidikan semakin berkualitas dan biaya terjangkau. Kesemuanya ini bisa terjadi bila pemerintah konsen dengan sungguh-sungguh.

Pembahas segala sesuatunya tentang pendidikan senantiasa terbentur sistem penerimaan murid baru, tentang biaya pendidikan, tentang kualitas kelulusan dan lowongan pekerjaan.

Ada macam-macam syarat dalam menerima siswa baru. Bila sekolah negeri sudah ada ketentuan yang dikeluarkan dari dinas pendidikan. Tetapi bila sekolah swasta, syarat tersebut dari sekolah masing-masing. Di sekolah kejuruan, sudah tentu disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing peserta didik.

Setelah penerimaan siswa baru, dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan sekolah. Tatkala acara ini siswa baru diberi pengetahuan tentang tata tertib, moral dan mental yang berbudi luhur, jiwa nasionalisme dan lainnya. Kesemuanya diberikan agar bisa menjadi bekal yang memadai dalam proses belajar.

Dr. Bahrul Amig

 

Dikenalkan Lingkungan Baru.
Ada berbagai materi yang diberikan kepada siswa baru, termasuk materi cinta lingkungan.
Semua guru terlibat aktif dalam hal ini. Baik guru adaptif, produktif dan afektif.

“Utamanya prestasi nilai siswa. etika siswa yang diemban pihak sekolah,” kata Dr. Bachrul Amiq, Rektor Universitas WR. Supratman Surabaya.

Lanjut Pak Amiq, panggilan kesehariannya, semua harapan masyarakat akan bisa terwujud dengan reaktualisasi dalam kepemimpinan, Ini harus disesuaikan dengan kebutuhan Karena dunia medsos sudah kebebasan tak terkontrol dan dibaca oleh generasi baru. Menjelek-jelekkan orang seenaknya seolah tak beradab. Nah, disini perlu reaktualisasi nilai-nilai luhur bangsa, agar dipahami oleh generasi baru.

DR. Untung Lasiyono, Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengutarakan bahwa adanya persaingan untuk mencari peserta didik baru. Baik mahasiswa maupun siswa. Sebab lembaga-lembaga pendidikan negeri membuka seluas-luasnya untuk mahasiswa baru. Sisi yang lain orang tua siswa juga berusaha memasukkan putra-putranya ke perguruan tinggi negeri.

“Mempertahankan mutu kelulusan, menjaga kualitas perguruan tinggi.
Kualitas sangat utama. Kalau sudah terbukti berkualitas, maka akan dicari oleh peserta didik baru. Ini semua bisa terlaksana dengan pelayanan prima,” paparnya.

Segala macam problematika kehidupan tak lepas dari kepemimpinan. Pemimpin senantiasa menjadi panutan. Baik dari ucapan, pikiran maupun tindakan. Ini merupakan kesatuan dalam memimpin.
Oleh karenanya kepemimpinan menjadi pusat dari pergerakan menuju perbaikan. Baik komunitas, lembaga pendidikan, perusahaan, bidang usaha, bidang jasa dan yang lebih besar seperti memimpin negara. Maka janganlah sesekali melupakan kepemimpinan.

Ki Hadjar Dewantoro meninggalkan pesan dengan kata-kata emasnya ”Ing ngarsa sung tulada. Ing madya mangun karsa. Tut wuri handayani. Artinya bahwa seorang pemimpin tatkala di depan harus memberi keteladanan, ketika di tengah membangun, memotivasi, inovasi pengembangan kebaikan, tetapi walau di belakang senantiasa mengikuti aturan. Filosofi inilah yang di pakai oleh banyak pemimpin.

Menjadi pemimpin seyogyanya bersahaja dalam keseharian. Keteladanan ini sering kali membantu sikap perilaku bawahan di dalam pergaulan sehari-hari. Hidup sederhana, walaupun jaman selalu berubah. Tetapi semua itu bergantung pada pola kepemimpinan. Pemimpin harus ”titis” dalam memperhatikan kinerja bawahannya. Ini penting untuk memberi tugas-tugas bagi bawahan. Maka untuk memberi tugas-tugas, hendaknya sesuai dengan bidangnya. Nah, kalau sudah demikian, pekerjaan akan menjadi ringan. Misal di dunia pendidikan. Komponen pendidikan minimal ada tiga. Pertama, tenaga pengajar yang kompeten. Kedua, kesiapan peserta didik. Ketiga, piranti-piranti pendidikan. Seperti laboratorium, perpustakaan, tempat praktik. Namun ketiganya harus sinergis. Kalau tidak akan pincang jalannya. Lebih utama adalah tegasnya seorang pemimpin dalam memotivasi bawahannya.
Nah, kalau sudah demikian tentu akan terjadi harmonisasi.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *