Sby, pedulirakyat.id
Sangat penting artinya minat dan bakat siswa dalam proses pendidikan. Drs. M. Gufron, guru Pendidikan Agama Islam, mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak lepas dari minat dan bakat siswa di dalam menimba ilmu di sekolah. Dengan minat dan bakat, proses penyampaian materi pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa akan dengan mudah diserap oleh siswa. Artinya pelajaran yang diikuti oleh siswa sesuai dengan minat dan bakatnya.
“Siswa yang menyukai pelajaran agama, akan bersemangat tatkala menerima pelajaran agama. Siswa yang menyukai pelajaran memasak, juga bersemangat ketika praktik memasak di dapur sekolah. Siswa yang suka pelajaran house kepping akan menyukai menata kamar. Kesemuanya pelajaran akan bisa berhasil apabila sesuai dengan minat dan bakat siswa,” papar M. Gufron, yang juga takmir masjid An Nur Surabaya.

Hal yang sama, Gordon Dryden dan Jeannette, keduanya pakar pendidikan juga mengatakan pentingnya minat dan bakat siswa dalam pendidikan. Siswa ada yang berminat dan berbakat pada pelajaran menggambar, berhitung, olehraga, seni (musik, pahat, batik dll), sejarah, pemerintahan dan yang lainnya lagi.
Minat dan bakat siswa akan membuat antusias siswa dalam belajar. Apabila sudah klop antara materi pelajaran dan minat bakat siswa, maka akan timbul energi positif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian akan menghasilkan karsa dan karya. Yang pada gilirannya seusai menyelesaikan pendidikan di sekolah, kelulusannya disebut lulus siap pakai. Artinya siap menempati pekerjaan yang diharapkan oleh dunia usaha dan dunia industri (dudi). Namun kalau toh ingin mandiri (usaha sendiri), juga akan mampu menjalankan usahanya dengan gampang. Karena memang sudah mumpuni. Baik kualitas ilmu pengetahuan maupun mental.

Prihartono, S. Pd, S. Sn, seorang pelukis dan juga guru SMP YPM, Sepanjang, Sidoarjo, menyoroti tentang minat dan bakat anak didiknya. Pelukis handal ini juga mencontohkan siswa yang berbakat dalam melukis. Guratan-guratannya, goresan goresannya bisa berbentuk lukisan. Artinya goresan abstraknya sudah menunjukkan simbul-simbul lukisan. Soal warna itu bergantung selera pelukis. Jadi seorang pelukis harus bisa menjiwai karya lukisannya.
“Misal lukisan wanita menangis. Pelukis seyogyanya bisa menceritakan kesedihan wanita dalam lukisan tersebut.
Jadi lukisan wanita menangis benar-benar hidup,” tutur Prihartono yang karya lukisannya lebih 300 karya lukisan.
“Kalau dulu memang ya, bila memilih sekolah disesuaikan dengan minat bakat.
Tetapi sekarang, memilih sekolah yang berkualitas. Apalagi gratis. Kalau tidak gratis, yang penting murah,” ujar H. Akhir Purnomo, M. Pd, Guru SMK Negeri 10 Surabaya.
Sebab dalam kondisi ekonomi yang sulit, akan memilih sekolah yang gratis. Setidaknya tidak terlalu mahal pembiayaannya.
“Seyogyanya memilih sekolah yang kualitasnya bagus serta akses informasinya mudah,” tambah Akhir Purnomo.
Dra. Ngadiani, M. Kes, Dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengutarakan untuk pendidikan SD, SMP, SMA tidak perlu sesuai dengan minat bakat, kecuali SMK.
“Tetapi bila di jenjang perguruan tinggi sangat perlu sesuai dengan minat bakat. Ini penting disesuaikan dengan minat bakat agar selama menjalani studi bisa lancar. Semua tugas dosen, yang sebagai fungsi inovasi serta fungsi menggerakkan, dapat dengan mudah terlaksana dengan baik. Sehingga kelulusannya tidak sekadar lulus, tetapi bisa sukses di masyarakat,” papar Ngadiani.
Citizen – Poediannto


