LKS, learning Outcome

admin
admin April 11, 2026
Updated 2026/04/11 at 9:26 AM

Surabaya, pedulirakyat.id

LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di Surabaya (6-10 April 2026). Acara ini bisa menjadi wahana pengalaman, mengasah wawasan serta skill yang handal.

Dr. Wijayadi, Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, berharap LKS akan melahirkan siswa-siswa yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

“LKS, salah satu parameter untuk mengukur hasil belajar. Sekolah juga bisa mengukur diri tentang kelebihan serta kekurangan. Dan ini musti dievaluasi sebab merupakan learning outcome. Bentuk evaluasi, seperti guru pendamping harus selalu membina siswanya,” kata Wijayadi.

Macam-macam yang dilombakan. Ada bidang lomba Web Teknologi, AE, IT NSA, Digital Marketing, Perhotelan, Pariwisata, Tata Boga, Busana dan lainnya.

SMK Negeri 12 Surabaya, ketempatan bidang lomba Tekstil dan Animasi (D3 Game Art).

LKS sangat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan sekolah kejuruan. LKS dimulai dengan tingkat kota/kabupaten, lalu pemenangnya maju untuk mengikuti tingkat provinsi, dan seyogyanya pemenang LKS mendapat peluang kuliah di perguruan tinggi negeri dengan gratis.

SMK Negeri 6 Surabaya ketempatan Lomba Bidang Hair Dressing, Resto Service, Beauty Therapy, Fashion Technology, Hotel Reception.

LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur pernah diadakan di Malang, Tulungagung, Jember, Bojonegoro, Surabaya dan kota lainnya.

“LKS adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan skill siswa. Sementara pihak sekolah akan bisa mengukur kemampuan dan kualitasnya. Oleh karena itu pemerintah dan pihak sekolah harus sungguh-sungguh dalam meningkatkan pengetahuan serta skill siswa. Terutama sekolah kejuruan,” kata Wijayadi.

Acara ini diharapkan bisa menambah kualitas siswa. LKS, siswa bisa menunjukkan prestasi akademik sesuai keahliannya. Sekolah memberikan semangat untuk bisa ikut LKS. Hal ini bukan hanya kebanggaan bagi siswa, namun juga sekolah, orang tua.

Sekolah menyeleksi siswa untuk diikutkan LKS. Kesiapan mental dan skill harus fokus. Sehingga perlu dukungan semua pihak. Baik sekolah, orang tua, guru pendamping, teman sejawat. Pihak sekolah harus memberi fasilitas pendukung. Seperti sarana prasarana untuk pencapaian yang maksimal. Karena materi lomba tidak hanya materi yang diajarkan di sekolah tetapi materi yang dibutuhkan masyarakat. LKS bisa memicu semangat belajar siswa, bisa menambah jaringan sesama siswa, menambah pengalaman, mengumpulkan prestasi untuk masuk kuliah di PTN. Berbagai bentuk lomba, termasuk LKS, ini sifatnya kompetisi. Dengan mengikuti lomba, sudah jelas akan memicu semangat belajar para siswa. LKS SMK diadakan setiap tahun, setidaknya semua sekolah kejuruan sudah bisa berbenah.

SMK Negeri 12 Surabaya ketempatan bidang lomba Tekstil dan Animasi (D3 Game Art). Peserta bidang lomba Animasi 26 peserta dari siswa SMK di Jawa Timur.

Janggan Jatmiko, S. Pd, M. Pd, Kaprodi Animasi, SMK Negeri 12 Surabaya, mengutarakan bahwa LKS sangat bermanfaat bagi prestasi dan skill para siswa.

“LKS dimulai dengan tingkat kota, lalu pemenangnya diambil satu untuk mengikuti dan mewakili provinsi. Pemenangnya akan mendapat kesempatan masuk PTN tanpa tes, mendapat bea siswa dan uang pembimbingan,” papar Janggan Jatmiko.

Drs. Mulyadi Bayu Wibisana, Guru SMK Negeri 12 Surabaya, berpendapat seyogyanya pemenang LKS diapresiasi kuliah di perguruan tinggi negeri dengan biaya negara.

LKS Hair Dressing, Resto Service, Beauty Therapy, Fashion Technology, Hotel Reception diadakan di SMK Negeri 6 Surabaya.

LKS diharapkan bisa menambah skill siswa. Melalui kompetisi ini pihak sekolah akan mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa. LKS adalah ajang untuk memberi motivasi kepada siswa agar menunjukkan prestasi akademik sesuai keahlian yang dipilih. Sekolah memberikan semangat untuk bisa ikut LKS. Bukan hanya kebanggaan bagi siswa, namun juga sekolah, orang tua. Menang di LKS Tingkat Provinsi akan ikut LKS Tingkat Nasional dan Internasional.

Sekolah menyeleksi siswa untuk diikutkan LKS. Kesiapan mental dan skill harus fokus. Sehingga perlu dukungan semua pihak. Baik sekolah, orang tua, guru pendamping, teman sejawat. Pihak sekolah harus memberi fasilitas pendukung. Seperti sarana prasarana dan praktisi dari luar untuk pencapaian yang maksimal. Karena materi lomba tidak hanya materi di sekolah tetapi materi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

SMK Satya Widya Surabaya ikut bidang lomba Restoran Service dengan guru pendamping, Aris Susanto, S. Pd, Raken Fitriianing Sahri, S. Pd, Novi Ariyani, S. Pd, Elisa Syafiitri Puspita Ningsih, S. Pd. Bidang lomba Tourism Industry dengan guru pendamping Merina, S. ST. Par, Erlyn, S ST. Par.

Ditanya peserta yang kuat sebagai pemenang, Bu Raken dan Bu Novi, panggilan akrabnya, menyebut SMK Negeri Tulungagung, SMK Negeri Malang.

LKS adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan skill siswa. Sementara pihak sekolah akan bisa mengukur kemampuan dan kualitasnya. Dengan mengikuti LKS, sekolah bisa mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Oleh karena itu pemerintah, sekolah harus sungguh-sungguh dalam meningkatkan skill siswa. Terutama sekolah kejuruan. Bukankah ini semua adalah amanah dari kemerdekaan kita. Mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

Mengikuti LKS akan bertambah pengalaman karena belum pernah didapat di sekolah asal, mengasah bakat, membentuk disiplin serta membentuk mental tangguh, mengukir prestasi. LKS dan segala prosesnya, kesemuanya sudah barang pasti akan mendewasakan pola pikir siswa dan pola laku siswa. LKS bagian dari upaya untuk meningkatkan skill siswa. Sementara pihak sekolah akan bisa mengukur kemampuan dan kualitasnya, oleh karena itu sekolah dan pemerintah harus sungguh-sungguh dalam meningkatkan skill siswa. Terutama sekolah kejuruan. LKS dimulai dari tingkat kota/kabupaten, lalu pemenangnya diambil satu untuk mengikuti dan mewakili provinsi.

Pemerintah memberi fasilitas untuk LKS. Kesemuanya untuk para siswa agar bisa mengembangkan pengetahuan dan kemampuan. Bukankah ini adalah amanah dari kemerdekaan kita. Mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

Pemenang Bidang Lomba Restoran Service.
*SMK Negeri 3 Malang.
*SMK Negeri 2 Malang.
*SMK Negeri 2 Boyolangu, Tulungagung.

Pemenang Bidang Lomba Tourism Industry.
*SMK Negeri 2 Ponorogo.
*SMK Negeri 1 Buduran, Sidoarjo.
*SMK Negeri 2 Kediri.

Poedianto

Share this Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *